Temuanku hari ini:
Sejak awal lahir Alkindi, saya udah berencana untuk mengatur screentime anak-anak kami. Ini adalah gaya parenting orangtua saya dulu, yang membuat saya sangat bersyukur hingga hari ini. Dahulu saya benar-benar nggak dibolehkan nonton tv, akibatnya saya mencari kesibukan lain, yaituu baca buku. yaaa ibu saya nggak segan-segan membeli buku se-dus sekali beli demi saya rajin membaca, dan yaaa kami bersaudara hampir semuanya keranjingan membaca hehehe...
namun sayapun baru tau beberapa saat yang lalu teori screentime itu seperti ini:
dan ini adalah akibat dari screentime yang tidak diatur durasinya itu adalah ini:
- Gangguan tumbuh kembang
- Paling keliatan diusia dini adalah perkembangan bicara terlambat
- semakin dibiarkan, jadi gangguan fokus ๐berdampak pada kesulitan belajar
- Semakin dibiarkan, akan kecanduan
- Jika semakin dibiarkan lagi, jadi gangguan emosi dan perilaku
Sumber : WAG Sarra Risman
tentu seperti ilmu-ilmu parenting lainnya, teori lebih mudah. prakteknya luar biasa butuh kesabaran.
apalagi untuk sekarang, saya dan suami sebagai orang tua rasanya sangat sulit juga lepas dari gadget (belajar parenting, belajar islam) semuanya dari gadget juga. ayahnya pun belum rela menghilangkan TV benar-benar dari rumah, karena ayah suka nonton berita malam saat anak-anak tidur. sementara anak-anak adalah peniru ulung. tentu sangat sulit menjelaskan ke mereka bahwa ayah dan bunda belajar ya sayang di hape, bukan main-main aja atau ayah nonton berita ya sayang (mereka akan ngomong kok ayah boleh sih nonton hehehe) . kembali lagi mereka masih dibawah 5 tahun, butuh proses untuk mereka paham.
beberapa bulan belakangan saya selalu sounding bahwa tv itu hanya untuk ayah nonton berita, alkindi nanya kenapa kita nggak boleh nonton bunda? sayapun jelasin dengan kata-kata sederhana bahwa anak kecil ada aturannya untuk nonton. usia alkindi dan qonitah (mereka udah hafal umurnya 4 dan 3 tahun) sekarang aturannya hanya boleh nonton 10 menit per hari. adik urwah malah belum boleh nonton sama sekali karena masih 1 tahun.
awal-awal dulu sebelum urwah lahir, saya masih ijinkan nonton 10 menit per hari, itupun nggak setiap hari, saat mereka ingat saja. (banyakan sih mereka lupa mau nonton, mungkin pikirnya mending main yang lain kali yaaa daripada nonton dikit banget hahahah)
sekarang alhamdulillah sounding saya selama ini sepertinya mulai terlihat hasilnya, bisa dihitung jari dalam sebulan mereka minta nonton. mungki sekali dua kali saja. masyaAllah...
karena konsep saya ke anak-anak bermainnya FREE PLAY. jadi setiap hari mereka bermain apa aja, tanpa saya bimbing, akhir-akhir ini sih mereka lagi senang mewarnai, hampir tiap hari minta di print gambar-gambar buat di warnai.
ini hasil karya alkindi dan qonitah kemaren, mereka minta di tempelin di dinding, biar nggak disobek adik urwah katanya, heheheh
Tantangan yang aku hadapi:
Saat awal-awal sounding mereka tentang gadget lumayan sulit, karena mereka belum paham. masih suka bertanya kenapa bunda boleh pegang hp, anak-anak nggak boleh. namun seiring waktu mereka udah paham, udah ngerti bunda lagi belajar atau lagi kerjain tugas kalau baca di hp atau komputer. heheheh.
Poin komunikasi produktif:
komunikasi short and simple
Kendalikan intonasi suara dan gunakan suara yang ramah
Fokus kedepan bukan masa lalu
Fokus pada solusi bukan pada masalah
mengganti kalimat interogasi dengan pertanyaan observasi
Rencanaku untuk esok hari/hari selanjutnya:
Selalu istiqomah dan semangat belajar ilmu-ilmu parenting lainnya
Berapa bintangku hari ini:
๐๐๐๐
Depok, 9 September 2020 pukul 11:35 AM
With Love Bunda Icha ๐๐
#harike-7
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia
No comments:
Post a Comment