Thursday, September 24, 2020

[Bunsay 6] Aliran Rasa Zona 1 Komprod

Setelah 15 hari konsisten mengaplikasikan dan mendokumentasikan melalui tulisan komukasi produktif, sangat banyak manfaat yang saya dapatkan, antara lain:

  • saya semakin bisa mengendalikan emosi menghadapi masalah-masalah yang terjadi dengan pasangan
  • saya bisa semakin sabar dan memilih kata yang tepat saat komunikasi dengan pasangan dan anak-anak
  • saya dan suami juga semakin rajin belajar untuk melakukan komunikasi yang produktif agar bisa menyelesaikan masalah dengan baik
  • tak ada lagi adu argumen berlandaskan emosi, no teriak-teriak, no marah-marah kalau selisih paham. nggak ada diem-dieman juga. semua bisa dikomunikasikan dengan baik
  • kami bisa lebih saling mengerti.
  • hubungan saya dan anak-anak semakin baik, 
  • saya nggak pernah lagi merasa lelah menghadapi anak-anak, karena saya tau trik komunikasi yang benar dengan anak-anak and it works!
  • saya dan anak-anak lebih bahagia menjalani hari
Terimakasih institut ibu profesional! insyaAllah semakin semangat ingin menyelesaikan zona-zona selanjutnya. 

Wednesday, September 16, 2020

[BunSay 6] Last Dayyyy.. Tantangan 15 Hari | Komunikasi Produktif "Kantung jiwa anak"

gambar dari sini

Kemarin kami pergi ke rumah teman ayahnya anak-anak. saya sounding mereka sebelum pergi. kalau dirumah orang kita harus duduk aja ikut ayah dan bunda, nggak boleh lari-larian, kalau ada makanan disuguhin boleh ambil tapi izin dulu sama bunda. karena temen ayahnya juga punya anak sepantaran anak saya jadi sy ingatkan juga, nanti kalau temannya punya mainan nggak boleh direbut ya, kan alkindi qonitah udah punya mainan sendiri di rumah. mainan temen juga bukan punya kita. nanti kalau mau pinjam ijin dulu.

sebenarnya bukan hanya kali ini sih saya ngajari mereka untuk selalu ijin apapun itu, karena di rumahpun mereka memang ijin terus sebelum pegang barang saudaranya atau barang bunda. kecuali memang yang milik mereka sendiri. jadi mungkin karena sudah terbiasa. 
saat kami kemarin mengunjungi teman ayahnya, anak-anak alhamdulillah anteng banget, yaa dari dulu juga mereka anteng sih hehehehe... 

dulu sih saya nggak paham ya, kok ada anak-anak yang kalau ada tamu atau ada orang lain suka ganggu, suka melakukan hal-hal yang menarik perhatian, istilahnya awamnya "nakal" kalau lagi ada orang lain atau ke rumah orang. saya nggak pahamnya, kok anak-anak saya nggak pernah seperti ini. apa penyebabnya ya. kok anak-anak saya berbeda. 

Nah kemarin di grup parenting yang saya ikuti dibahas tuh dan ini ternyata ilmu kunci yang meskipun saya belum paham banget istilah-istilahnya, tapi memang selama ini saya aplikasikan ke anak-anak.
 
jadi ilmu kuncinya itu, kita kita mulai dari sini: Jadi anak-anak bahkan kita yang dewasa itu memiliki namanya kantung jiwa. kantung jiwa ini adalah wadah pengukuran pemenuhan kebutuhan emosi seseorang. 

Kantung jiwa/seperti tangki yang isinya adalah cinta/bonding/kelekatan (attachment) dari orang-orang terdekat. Ketika berumur dibawah 17 tahun isinya adalah ibu, ayah, kakek, nenek, om dll. Paling besar adalah Ibu dan Ayah. kira-kira jika dipresentasikan ibu 50%, ayah 40%, kakek nenek, om tante paling cuma 10%.

Nah pertanyaannya gimana membedakan anak ini kantung jiwanya penuh atau nggak? ternyata mudah banget, untuk anak-anak mengukur kantung jiwa ini penuh atau nggak. kalau ada anak yang suka "nakal" mencari perhatian, gelendotan atau ndusel-ndusel ke kita. itu berarti kantung jiwa mereka belum penuh. cara ngisinya

  1. tunjukkan rasa cinta tentu paling baik dengan komunikasi produktif dengan membahasakannya ke anak-anak kalau saya sering sekali saya memeluk anak-anak dan mengatakan kalau ayah dan bundanya sayang banget ke mereka, 
  2. tingkatkan bonding dengan segera  menemani mereka saat mereka butuh/memanggil (karena anak-anak dibawah 3 tahun itu butuh namanya instant availability/keberadaan yang instant)
  3. pahami perasaan anak.
  4. jadilah pendengar aktif
  5. baca bahasa tubuh anak, kenali gerak tubuhnya. 
  6. jangan tergesa-gesa ingin anak-anak mengerti, berikan waktu karena mereka masih anak-anak, kita aja yang dewasa suka sulit diberitahu yaa.
  7. oh ya tinggalkan 12 bahasa populer yang sering dilakukan orangtua. (nanti saya akan buat tulisan lain terkait ini) 
  8. terakhir selalu doakan anak kita
nah, kalau anak-anak yang kantung jiwanya penuh dia nggak akan "cari perhatian", pasti anteng main sendiri, nggak merengek-rengek atau gelendotan ke orangtuanya. tentu karena porsi kantung jiwa terbesar adalah ibu, jadi ibu yang menentukan kantung jiwa ini. 

nah ada orang yang besar tanpa sosok ibu maka kelas sudah dewasa ketika bertemu ibunya dia tidak mau bercerita seperti anak dan ibu (ngalamin nggak?).

semoga kita bisa menjadi orangtua yang "baik dan benar" untuk anak-anak kita. aamiin  



Bintangku hari ini
🌟🌟🌟🌟🌟

Depok, 17 September 2020 pukul 10:47

With Love Bunda Icha 💋💜


#harike-15
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Tuesday, September 15, 2020

[BunSay 6] Hari ke-14 Tantangan 15 Hari | Komunikasi Produktif "Bunda main HP"

 Temuanku hari ini:

Jadi emang sejak ikut ibu profesional dan HSI, saya jadi sering ngecek-ngecek whatsapp takut ada info yang ketinggalan. suka sembunyi-sembunyi di dapur sih tapi kadang ketahuan alkindi dan qonitah hahaha...

padahal mereka sudah saya terapkan aturan untuk tidak main gadget baik handphone ataupun tv. kalaupun pengen banget nonton tv boleh hanya 10 menit per hari. jadiii yaa saya siap-siap lah untuk di komen sama mereka kalau lagi buat tugas di IIP atau di HSI. 

hari ini alkindi kritis lagi:

Alkindi: Bunda kok main hape lagi sih, emang ada tugas? (ya dia udah tau kalau saya kerja tugas tiap hari di HP)

Bunda: iya nak, bunda tiap hari kerja tugas. alkindi main aja ya sama qonitah dan urwah. 

Alkindi: kakak al kok nggak ada tugas juga ya?(ohh dia udh kepikiran nih pengen main hp juga buat kerja tugas hahah)

Bunda: kan kakak belum sekolah, nanti juga kalau sekolah alkindi gk lewat hape. nanti dianterin ayah ke sekolahnya. kalau bunda ini sekolahnya lewat hape kan sambil jagain kakak di rumah.  bunda sekolah biar bunda bisa ajarin qonitah alkindi urwah dan ajak main juga...

alkindi: ohhh tapi bunda kerja tugas mulu sihhh

bunda: gpp kak, abis kerja tugas bunda main lagi sama kakak dan adik2 yaa..

Alkindi: ya udah deh, kakak main aja. 

bunda: iya lebih kan main sama adik-adik, main lego aja juga seru

Alkindi:iya bunda aku main lego aja (huee penurut bgt sih kak


Orangtua bisa memberitahu, tapi tidak bisa mengajarkan, sampai mereka melakukan apa yang mereka 'ceramah'kan.

-Arnold Glasgow


Tantangan yang aku hadapi:

Cara menjelaskan ke anak-anak kalau bunda mesti pakai hp untuk belajar dan mencontohkan benar-benar setelah belajar dan kerja tugas langsung berhenti ngecek-ngecek hape dan membersamai mereka main dll...

Poin komunikasi produktif hari ini:
Menyampaikan sesuatu dengan simpel dan mudah dimengerti anak-anak, menjelaskan sesuatu dengan konkret dan tentunya apa yang dibicarakan harus dicontohkan terlebih dahulu. selain itu memahami perasaan anak-anak dan menerima apapun yang mereka rasakan. 

Rencanaku esok hari/hari selanjutnya:
istiqomah dalam mengaplikasikan ilmu pengasuhan yang telah saya pelajari

Berapa bintangku hari ini:

🌟🌟🌟🌟🌟




Depok, 16 September 2020 pukul 11:24

With Love Bunda Icha 💋💜


#harike-14
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Monday, September 14, 2020

[BunSay 6] Hari ke-13 Tantangan 15 Hari | Komunikasi Produktif "Berikan anak kesempatan untuk melawan kesusahan"

Temuanku hari ini:

Hari ini anak-anak bangun tidur masyaAllah langsung baca doa bangun tidur, nggak ada yang nangis, mandi lalu siap-siap sarapan. 

setelah sarapan mereka melihat saya sedang vacuum rumah, langsung deh minta kain pel dan sapu mau bantu saya nyapu teras. lalu kakaknya ngeluh "ada bekas pup cicak yang nempel di lantai susah banget dipel nggak ilang-ilang" saya kasi tau coba aja terus sampai bisa, lama banget alkindi dan qonitah coba bersihin, lalu qonitah mengambil tisu basah, berdua deh gosok-gosok pakai tisu basah akhirnya pup cicak yang nempel kayak abis di lem alteco itu langsung bersih, lanjut deh ngepelnya dengan riang gembira.

meskipun tadinya alkindi udah mau putus asa, tapi saya biarkan menyelesaikan masalah dan hal yang menurut dia sulit. agar dia terbiasa untuk melawan kesusahan. 

saya selalu belajar untuk membiarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri meskipun insting saya sebagai ibu pingin langsung membantu, namun saya mesti sabar. saya tidak tahu batas umur saya. saya nggak mau anak-anak saya tidak paham kesusahan sementara dunia ini sudah pasti ada kemudahan dan tentunya dibarengi dengan ujian dan kesulitan. 

Tantangan yang aku hadapi:

Menahan diri untuk bersabar membiarkan anak-anak menyelesaikan masalahnya sendiri.


Poin komunikasi produktif hari ini:
Menyampaikan sesuatu dengan simpel dan mudah dimengerti anak-anak, memberikan semangat saat anak-anak merasa akan gagal, memahami perasaan anak-anak dan menerima apapun yang mereka rasakan. 

Rencanaku esok hari/hari selanjutnya:
istiqomah dalam mengaplikasikan ilmu pengasuhan yang telah saya pelajari

Berapa bintangku hari ini:

🌟🌟🌟🌟




Depok, 15 September 2020 pukul 11:07

With Love Bunda Icha 💋💜


#harike-13
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Sunday, September 13, 2020

[BunSay 6] Hari ke-12 Tantangan 15 Hari | Komunikasi Produktif

Temuanku hari ini: 

Hari ini bahagiaaaaa sampai skrg jam 13.04 anak-anak mainnya anteeengg daaaaannn paling penting mau beresin mainannya sendiri. padahal lumayan banyak yang diberantakin. sebulan belakangan selalu sounding dan contohin kalau main ambil satu macam dulu lalu setelah bosan atau udah mau ganti mainan lain mesti diberesin dulu dong mainannya. biar nggak berantakan semuanya.
Alkindi dan Qonitah pun nggak capek beresinnya kalau bergantian diberesin. 
Hari ini masyaAllah sejak pagi main, ganti-ganti dari lego, kemudian masak-masakan, kemudian bola-bola kecil , jam segini masih rapi rumahnyaaaaaa.. karena langsung diberesin setelah main. semoga istiqomah ya kakak dan teteah. lafff yuuu 

Tantangan yang aku hadapi:

disaat beresin kadang nggak fokus, jadi mesti contohin duluuu. tunda duluuu kerjaan rumah tangga.. musti lebih sabaaarrrr hehehhe

Poin komunikasi produktif hari ini:

sebelum main dari pagi udah sounding kalau ambil mainan konsekuensinya harus diberesin setelah main. hari ini benar-benar berhasil masyaAllah. karena bunda nggak pake emosi, nggak pake teriak, nggak pake nyuruh-nyuruh. yeaayyy

Rencanaku esok hari/hari selanjutnya:

Baca lagi banyak-banyak mengenai komunikasi produktif dengan anak-anak dan berusaha mengaplikasikannya.

Berapa bintangku hari ini:

🌟🌟🌟🌟




Depok, 14 September 2020 pukul 13:09

With Love Bunda Icha 💋💜


#harike-12
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

[BunSay 6] Hari ke-11 Tantangan 15 Hari | Komunikasi Produktif

Temuanku hari ini: 

Entah mengapa komunikasi produktif yang paling sulit saya lakukan adalah ke suami. saya mesti banyak-banyak belajar lagi dan mengaplikasikan "sabar" ke diri saya. bagaimana tidak, hari ini saya meledak-ledak lagi hanya karena masalah sepele. mungkin juga akibat saya kecapean seharian kemaren ke kerawang anter sodara mondok, lantas ke rumah sodara di bekasi. saya benar-benar sulit mengendalikan emosi di saat badan minta istirahat. 

Malam ini hanya bisa menyesal, menyesal karena gagal lagi dan lagi mengaplikasikan komunikasi produktif saat ada masalah dengan suami. 
yaa meskipun 10 menit meledak, saya baikan lagi. tapi ini adalah kebiasaan paling buruk yang ingin saya hilangkan.

Tantangan yang aku hadapi:

Belum bisa benar-benar mengendalikan emosi saat ada masalah

Poin komunikasi produktif hari ini:

Komunikasi tidak produktif :(

Rencanaku esok hari/hari selanjutnya:

Baca lagi banyak-banyak mengenai komunikasi produktif dengan pasangan dan berusaha mengaplikasikannya.

Berapa bintangku hari ini:

🌟




Depok, 13 September 2020 pukul 18:46

With Love Bunda Icha 💋💜


#harike-11
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Saturday, September 12, 2020

[BunSay 6] Hari ke-10 Tantangan 15 Hari | Komunikasi Produktif "Membuat anak betah bermain di rumah"

 Temuanku hari ini:

saya sangat membatasi pergaulan anak saya, bukan hanya membatasi sih. memang benar-benar tidak saya biarkan bergaul dengan orang lain yang seumuran karena saya tidak yakin mereka bisa mem-filter hal-hal yang mereka lihat dan dengarkan. yaa kecuali ke anak-anak yang orangtuanya juga belajar parenting. bukan apa-apak, anak-anak ini belum bisa berpikir layaknya orang dewasa, orang dewasa aja kadang suka terpengaruh dengan lingkungannya gimana anak balita. 

so, saya putuskan untuk tidak membiarkan mereka main keluar rumah tanpa saya. saya terus mengawasi mereka jika main di luar rumah, sehingga ketika ada hal-hal yang mereka lihat dan dengar yang tidak pantas mereka lihat dan dengar saya akan mengoreksinya. 

hari ini, alkindi mulai protes kenapa tak diijinkan main ke luar rumah tanpa bunda. sayapun mencoba menjelaskan sesimpel mungkin, bunda mau mengawasi kakak alkindi kalau main di luar. karena bunda senang menemani alkindi dan adik-adik main. bunda bahagia, seneng kalau alkindi dan adik-adik selalu main sama bunda. 

mereka pun dengan hati riang mengatakan, ohhh bunda senang kalau kakak main sama bunda? saya jawab iyaa bunda senang banget (mereka udah sangat mengerti perasaan saya udah auto diikutin kalau saya jelasin bunda itu senang sama kalian heheheh) 


Tantangan yang aku hadapi:
Terkadang adiknya urwah suka main keluar pagar sendiri disaat saya ada kesibukan di dapur misalnya. akhirnya saya teriak-teriak minta tolong ke kakaknya untuk mengawasi urwah (anak dibawah 5 tahun kan wajib dalam pengawasan orangtua yah, apalagi tinggal di kota besar gini, mesti aware)

Poin komunikasi produktif hari ini:
Menjelaskan apa yang bunda rasakan agar membangun empati anak-anak

Rencanaku esok hari/hari selanjutnya:
Terus belajar !

Berapa bintangku hari ini:
🌟🌟🌟



Depok, 12 September 2020 pukul 20:24

With Love Bunda Icha 💋💜


#harike-10
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Friday, September 11, 2020

[BunSay 6] Hari ke-9 Tantangan 15 Hari | Komunikasi Produktif "Kiat agar anak membereskan mainan sendiri"

Gambar dari sini

Temuanku hari ini:
Alkindi dan Qonitah ajarin disiplin lagi setelah main harus membereskan mainannya sendiri. 

cara saya:
  1. Sounding terlebih dahulu, setelah main baiknya mainannya diberesin atau nggak? rumah indah nggak kalau mainannya rapi?
  2. Terus sounding hingga 500x 😁😁😁😁😁
  3. Menyeleksi mainan yang masih baik dan tidak mengoleksi mainan banyak-banyak (aturannya saya dapat dari grup WAG Sarra Risman, jadi syarat jumlah mainan itu sesuai usia +1, misal Alkindi usia 4 tahun, berarti jumlah mainannya 4 + 1 = 5 buah.  
  4. Memberi tahu konsekuensi jika tidak membereskan mainan, yaitu tidak boleh mengambil mainan yang lain sebelum mainan yang udah diambil diberesin.
  5. Selalu menanyakan perasaan mereka, jika perasaan mereka sedang tak enak dan lagi malas, ya tak mengapa melanggar aturan sekali-sekali.
  6. Terpenting, mencontohkan terlebih dahulu ke anak-anak untuk selalu memberesakan hal-hal yang berantakan di rumah.  
Tantangan yang aku hadapi:
Harus sounding ratusan kali lagi :D

Poin komunikasi produktif hari ini:
selalu memahami perasaan anak-anak dan mengatur emosi sebaik mungkin

Rencanaku esok hari/hari selanjutnya:
Terus belajar hari ini, agar komunikasi semakin baik.

Berapa bintangku hari ini:
🌟🌟🌟🌟


Depok, 11 September 2020 pukul 21:46

With Love Bunda Icha 💋💜


#harike-9
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Thursday, September 10, 2020

[BunSay 6] Hari ke-8 Tantangan 15 Hari | Komunikasi Produktif "Anak beradab saat ke rumah orang lain"

gambar dari sini

Temuanku hari ini: 

Sejak 2 pekan yang lalu saya berencana untuk menjenguk teman SMA saya yang baru saja lahiran. mulai saat itu saya selalu sounding Qonitah dan Alkindi kalau nanti bunda mau jenguk bayi. kakak dan teteh nanti mau nggak temenin bunda jenguk bayi? mereka selalu mengiyakan dan bahagia karena mereka suka melihat bayi yang katanya tangannya kecil dan kakinya kecil. 

untuk menghindari mereka rewel atau misal lari-larian di rumah orang, saya memang sudah lama selalu menerapkan cara ini yaitu sounding ke anak-anak jauh-jauh hari sebelum berangkat untuk bertamu/silaturahim ke rumah orang lain. yang sering saya bahas adalah, kalau di rumah orang kita nggak boleh lihat-lihat kemana-mana karena nggak sopan, sampai rumah orang duduk aja di sofa kalau ada, jika tidak ada duduk di karpet dan diam aja sambil dengerin bunda sama ayah ngobrol. kalau di suguhin makanan dan minuman, boleh di makan tapi secukupunya saja (sebelum berangkat saya memastikan anak-anak kenyang dulu) . juga di rumah orang kita nggak boleh lari-larian seperti di rumah, karena posisi kita lagi bertamu. kalau pengen pipis langsung ngomong sama bunda dan usahain sering senyum (ini masih sulit sih, mereka suka bosen nungguin aku ngobrol  hahaha) 

sampailah hari ini ayahnya sempet nganterin kita jenguk bayi temen saya, dan yess masyaAllah anak-anak antengnya. duduk aja denger kami ngobrol dan minta susu uht yang disuguhin, nggak sia-sia soundingku beberapa hari sebelumnya.

terimakasih ya kakak Alkindi dan Qonitah. terimakasih selalu bisa memahami ayah dan bunda sayangku, we love u. 

Tantangan yang aku hadapi:

butuh waktu dan kesabaran saat sounding juga perlu kalimat yang produktif.

Tuesday, September 8, 2020

[BunSay 6] Hari ke-7 Tantangan 15 Hari | Komunikasi Produktif "Aturan Screentime di Rumah Kami"

 Temuanku hari ini:

Sejak awal lahir Alkindi, saya udah berencana untuk mengatur screentime anak-anak kami. Ini adalah gaya parenting orangtua saya dulu, yang membuat saya sangat bersyukur hingga hari ini. Dahulu saya benar-benar nggak dibolehkan nonton tv, akibatnya saya mencari kesibukan lain, yaituu baca buku. yaaa ibu saya nggak segan-segan membeli buku se-dus sekali beli demi saya rajin membaca, dan yaaa kami bersaudara hampir semuanya keranjingan membaca hehehe...

namun sayapun baru tau beberapa saat yang lalu teori screentime itu seperti ini:


 dan ini adalah akibat dari screentime yang tidak diatur durasinya itu adalah ini:
  1. Gangguan tumbuh kembang
  2. Paling keliatan diusia dini adalah perkembangan bicara terlambat
  3. semakin dibiarkan, jadi gangguan fokus 👉berdampak pada kesulitan belajar
  4. Semakin dibiarkan, akan kecanduan
  5. Jika semakin dibiarkan lagi, jadi gangguan emosi dan perilaku

[BunSay 6] Hari ke-6 Tantangan 15 Hari | Komunikasi Produktif

 

gambar dari sini

Temuanku hari ini:

Sejak kolamnya udah pada kempes (udah 3 kali beli kolam plastik) dan kempes terus hahah maklum belinya yang murahan sih ya, mestinya beli yang tebelan plastiknya, Alkindi dan Qonitah akhirya inisiatif mengalihkan mandi bolanya yang biasanya di kolam plastik menjadi di kamar tidur, tentunya tutup pintu lalu bantal di kelilingin buat bates. hahaha kreatif banget sih.

hampir tiap hari mereka minta main mandi bola di kamar, ya udah saya ijinin lah ya sambil nunggu kolam plastiknya yang lagi dipesen onlen ayahnya nggak dateng-dateng. 

kemudian adiknya si Urwah pengen ikut main juga, Alkindi dan Qonitah kesel lah, mereka paling males kalau adiknya ikut main karena umurnya masih 1 tahun yaa kerjaannya gangguin doang. belum ngerti di ajak main. tiba-tiba alkindi dorong deh adiknya keluar kamar, wew bunda lihat dalam hati (kasian bgt si urwah yaa hikshiks)

kemudian qonitah saya minta keluar dari kamar, saya tutup pintu dan ngomong ke alkindi

Bunda: kak, bunda sedih loh kakak dorong-dorong urwah seperti tadi.

Alkindi: menunduk *ciri khas alkindi saat merasa bersalah*

Bunda: kakak tau nggak tangannya digunakan buat apa?

Alkindi: iya, iya (masih nunduk)

Bunda: tangan kakak kan buat makan, buat main, buat peluk adiknya, buat cebok kalau bab atau pipis

alkindi: iya bunda, nggak lagi (gitu doang sambil mukanya merengut hahahah)

Monday, September 7, 2020

HSI 1 Silsilah Belajar Tauhid | Halaqah 11. Ar-Ruqyah (Jampi-Jampi)

 

sumber gambar dari WAG HSI

 بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين

Halaqoh yang ke-11 dari Silsilah Belajar Tauhid adalah tentang Ar-Ruqyah (jampi-jampi)

Ar-Ruqyah yaitu bacaan yang dibacakan kepada orang yang sakit supaya sembuh,  bacaan ini diperbolehkan selama tidak ada kesyirikannya.


عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ ﻛُﻨَّﺎ ﻧَﺮْﻗِﻲ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔِ ﻓَﻘُﻠْﻨَﺎ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻛَﻴْﻒَ ﺗَﺮَﻯ ﻓِﻲ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻋْﺮِﺿُﻮﺍ ﻋَﻠَﻲَّ ﺭُﻗَﺎﻛُﻢْ ﻟَﺎ ﺑَﺄْﺱَ ﺑِﺎﻟﺮُّﻗَﻰ ﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﻓِﻴﻪِ ﺷِﺮْﻙٌ

Diriwayatkan dari 'Auf bin Malik رضي الله عنه beliau berkata:

"Kami dahulu meruqyah di zaman jahiliyah, maka kami bertanya kepada Rasulullah , ya Rasulullah apa pendapatmu tentang ruqyah ini? 

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda : 

"Perlihatkanlah kepadaku Ruqyah - Ruqyah kalian, sesungguhnya Ruqyah tidak mengapa selama tidak ada kesyirikan (H.R Muslim)

[BunSay 6]Hari ke-5 Tantangan 15 Hari | Komunikasi Produktif

gambar dari sini


Temuanku hari ini: 

Bunda hari ini nyikat garasi karena udah berdebu banget, anak-anak pun ikut nyikat sambil main air, bajunya semua basaahh padahal udah mandi pagi dan udah rapi.

Bunda bersabar, dan berusahau untuk komunikasi sebaik mungkin karena saya mengerti anak-anak jarang banget main air, penyebabnya aturan di rumah saya tidak boleh main air saat mau mandi karena kamar mandi adalah tempatnya syaitan. dalam islam pun tidak dibolehkan berlama-lama di kamar mandi, sesuai kebutuhan saja.  

saya mengijinkan sekali-sekali main ari di garasi sambil saya bersihin garasi, atau saat saya nyiram tanaman (sekali-sekali saja). 

Jadi anak-anak saya udah paham, bunda nggak akan pernah mengijinkan main air saat mandi, oh iya merekapun udah saya ajarin mandi sendiri-sendiri yaa meskipun masih dibantu ayah atau bunda, tapi tak pernah sy mandikan bertiga sekaligus, jadi mereka nggak pernah bertemu sodaranya lama-lama di kamar mandi (ini tips jitu sih biar mereka nggak main saat mandi) 

Saya pun menanyakan perasaan mereka main air gimana, katanya seneng banget dong bunda. hehe

Saturday, September 5, 2020

HSI 1 Silsilah Belajar Tauhid | Halaqah 10. Termasuk syirik besar menyembelih untuk selain Allah

sumber: WAG HSI

 بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين

Halaqoh yang ke-10 dari silsilah ilmiah belajar tauhid adalah tentang termasuk syirik bernadzar untuk selain Allah.

bernadzar untuk Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى adalah seseorang mengatakan wajib bagi saya melakukan ibadah ini itu untuk Allah atau dengan mengatakan "saya bernadzar untuk Allah bila terlaksana hajat saya"

bernadzar adalah ibadan dan sebuah bentuk pengagungan karenanya bernadzar tidak diperkenankan kecuali  untuk Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى semata seperti orang yang bernadzar untuk berpuasa satu hari bila lulus ujian atau bernadzar untuk Allah akan mengadakan umron bila sembuh dari penyakitnya dan lain-lain.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman: 

وَمَآ أَنفَقْتُم مِّن نَّفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُم مِّن نَّذْرٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُهُۥ ۗ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

"dan apa yang kalian infaqkan atau yang kalian nadzarkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya, dan tidak ada penolong bagi orang-orang yang dzalim (Q.S Al Baqarah : 270)

[BunSay 6]Hari ke-4 Tantangan 15 Hari | Komunikasi Produktif

Temauanku hari ini: 

gambar dari sini


semalam entah mengapa saya tiba-tiba overthinking, oh yaaa penyebabnya adalah saat beres-beres berkas di lemari eh nemu ijazah s1 dan ijazah profesi, ah.. udah 5 tahun berlalu ijazah itu terbengkalai.... *mewek lagi

yah setelah anak pertamaku lahir kakak Alkindi, aku memutuskan untuk bekerja di area domestik alias menjadi full time ibu rumah tangga dan aku memiliki banyak alasan yang logis untuk pilihanku ini. salah satunya udah pasti saya ingin mengasuh sendiri anak-anakku. tak pernah terbayangkan untuk menitipkan anak-anakku ke tangan lain... 

namun setiap kali tak sengaja melihat ijazah-ijazah tersebut, saya sebagai manusia biasa yang memiliki perasaan terkadang sedih, meskipun disisi lain udah pasti saya bahagia bisa menemani dan melihat tumbuh kembang anak-anakku setiap hari tanpa terlewat sedikitpun. 

Friday, September 4, 2020

[BunSay 6]Hari ke-3 Tantangan 15 Hari | Komunikasi Produktif

 hari ke 3....

Temuanku hari ini: 


Alkindi dan Qonitah selalu saya bacakan alquran surah yang pendek-pendek dahulu dengan suara lumayan keras di dekatnya saat mereka main atau aktivitas lainnya.
namun beberapa waktu kemarin mereka selalu meminta mengajarkan untuk membaca alquran seperti bunda juga. ya sudah saya ambilkan alquran masing-masing ikut baca (alias ikut ngomong dari bacaan yang mereka dengar dari saya)
saat sedang membaca, mereka tiba-tiba protes aku juga mau baca kayak bunda, aku nggak ngerti baca ini. mau bisa baca juga kayak bunda. 
berhubung usia mereka belum pas untuk diajarin membaca alquran,target saya di usia 5 baru akan saya ajarkan iqro. itupun setelah tau huruf abjad dan huruf hijaiyah dahulu. 
namun mereka terus memaksa, 

Alkindi & Qonitah: "aku juga mau kayak bunda, bisa baca ngaji"
Bunda: "sayang umurnya udah berapa?"
Alkindi & Qonitah: 4 tahun, 3 tahun. 
Bunda: "ingat nggak, bunda pernah kasi tau diajarin baca alquran umur berapa?"

HSI 1 Silsilah Belajar Tauhid | Halaqah 9. Termasuk syirik besar menyembelih untuk selain Allah




 بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين


Halaqoh yang ke-9 dari Silsilah Ilmiyah Belajar tauhid adalah tentang menyembelih untuk selain Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى  termasuk syirik besar.


Menyembelih termasuk ibadah yang agung di dalam agama islam. Didalamnya ada pengagungan terhadap Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى  Rabb semesta alam,


Diantara wujud cinta kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى adalah dengan mengorbankan sebagian harta kita untuk-Nya seperti ibadah Qurban di hari Raya Idul Adha, Aqiqah dan Hadyu bagi sebagian jamaah haji.


Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى telah memerintahkan kita menjalankan ibadah ini hanya untuknya semata.


Sebagiamana firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى :

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.(Q.S Al Kautsar: 2)

Thursday, September 3, 2020

[BunSay 6] Hari ke-2 Tantangan 15 Hari | Komunikasi Produktif

Udah hari ke-2 aja... hmmm😊

Temuan hari ini: 
Qonitah dan Alkindi pagi tadi sarapan susu dan roti bakar selai strawberry. 
karpet yang biasa mereka duduk lagi dilipat ayah, karena ayah baru saja vacuum seluruh ruangan. jadilah alkindi dan qonitah duduk santuy di karpet yang lagi terlipat seperti di gambar dibawah ini: 

sumber: dokumen pribadi

tiba-tiba ayah lihat alkindi dan qonitah duduk di karpet tersebut dengan posisi gelas susu seperti di gambar terlihat rawan untuk jatuh gelasnya dan bisa tumpah. 
ayah otomatis aja ngomong : kak alkindi jangan disimpan disitu dong gelasnya, nanti jatuh (komunikasi tidak produktif)
kakak alkindi: nggak apa-apa kok ayah, nggak tumpah kok (udah mau nangis karena sedih pengen gelasnya di taruh di atas karpet seperti digambar)
bunda yang lagi masak di dapur denger ayah ngomong seperti diatas langsung manggil ayah dan ngomong gini:
"ayah kalau kasih tau sesuatu ke anak-anak kan udah pernah aku bilang, kasi taunya gunakan kalimat tanya, trus tanya dulu perasaannya. kalau kakak memang mau gelasnya seperti itu dan dia mau bertanggung jawab untuk tidak tumpahin atau kalaupun tumpah nanti kakak lap sendiri. ya nggak apa-apa kan biarin aja. jadi ayah ajarin kakak konsekuensinya kalau misal gelasnya di tempat yang nggak datar gitu" (nggak produktif, bunda ngomong kebanyakan padahal laki-laki hanya bisa nerima 15 kata sekali diomongin, bunda jg lupa pakai kalimat tanya ke ayah) 😎

[BunSay 6] First petulangan di Pulau Bentang Petualang

akhirnya nulis lagi. saat ada tugas tentunya :(.
banyak banget rencana nulis ini itu tapi tak pernah kesampaian. 
ehh ternyata di Institut Ibu Profesional kali ini lebih banyak tugas yang mesti nulis nulis dan nulis. 
oh iya akhirnya aku memutuskan untuk terus mengikuti pembelajaran di Institut Ibu Profesional (IIP). setelah sebelumnya aku lulus di jenjang Matrikulasi Batch 8. 
aku akhirnya memiliki kesempatan untuk ikut kelas selanjutnya yaitu Kelas Bunda Sayang Batch 6.
nah, dikelas ini 12 bulan kedepan kami akan belajar banyak hal di 12 zona, mulai dari :

Zona 1: komunikasi produktif
Zona 2: Melatih kemandirian anak
Zona 3: Cerdas spiritual dan emosi
Zona 4: Gaya belajar anak
Zona 5: Menstimulus anak suka membaca
Zona 6: Melatih anak suka matematika
Zona 7: Semua anak adalah bintang
Zona 8: Cerdas finansial sejak dini
Zona 9: Memicu kreatifitas anak
Zona 10: Membangun karakter anak lewat dongeng
Zona 11: Mengenalkan reproduksi sehat
Zona 12: Keluarga multimedia

oke kita akan mulai dari zona 1 jreng jreng jreenggggg.....

Friday, August 28, 2020

HSI 1 Silsilah Belajar Tauhid | Halaqoh 5. Taubat Dari Kesyirikan



 بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين

Halaqoh yang ke-5 adalah “Taubat dari kesyirikan”.

Orang yang berbuat syirik, saudara sekalian, dan dia meninggal dunia tanpa bertaubat kepada Allāh, maka dosa syirik tersebut tidak akan diampuni.

Namun apabila dia bertaubat sebelum dia meninggal, maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan mengampuni dosanya, bagaimanapun besarnya dosa tersebut.

Taubat nashūha adalah taubat yang terpenuhi didalamnya 3 syarat:

⑴ Menyesal
⑵ Meninggalkan perbuatan tersebut
⑶ Bertekad kuat untuk tidak mengulangi lagi

Wednesday, July 8, 2020

[Matrikulasi Batch 8] "surat cinta" kepada pasangan, pentingkah?

hari senin kemarin , nggak sempet buka grup facebook matrikulasi batch 8.. teman seangkatan di whatsapp grup yang share misi terakhir di matrikulasi. setelah baca dengan cermat informasi di wag, wahhh buat surat cinta. yes tugasnya mesti buat surat cinta ke suami dan menuliskan perasaan kita saat memberi surat cinta tersebut, bagaimana respon pasangan kita masyaAllah...

saya sangat senang dengan tugas tersebut, karena akhirnya ada alasan yang membuat keinginan saya sejak lama akhirnya terwujud. sudah sejak lama saya ingin merutinkan mengalirkan rasa ke pasangan melalui surat agar lebih romantis dan juga membangun bonding yang lebih dekat lagi. namun karena kesibukan mengurus rumah tangga dan 3 balita membuatku tak pernah bisa menyempatkan keinginan ini. namun setelah mendapat tugas di matrikulasi bahkan menjadi misi penentuan kelulusan kelas matrikulasi di institut ibu profesional akhirnyaaaa keinginanku terwujuuuuuuddddd....

surat cinta yang telah lama ingin ku buat pun berhasil menjadi nyata dan bisa ku berikan bentuk fisiknya ke pasangan, rasanya ini goal yang penting banget dalam kehidupan pernikahanku. hahaha

Wednesday, June 17, 2020

[matrikulasi batch 8] Connecting The Dots




Seperti apa aku ini?

saya adalah seorang ibu yang diamanahkan oleh Allah 3 orang anak yang insyaAllah bahagia memiliki saya sebagai ibunya. saya menyadari dan yakin sekali bahwa apapun yang ditakdirkan untukku oleh Allah adalah jalan untuk saya menjadi lebih baik dan memudahkan saya untuk beribadah kepadaNya... ketika saya menjadi seorang ibu, rasanya semua berubah. visi misi hidupku berubah 100%. banyak hal yang kutata seperti mimpi-mimpiku dan goal-goal dalam hidupku harus berubah seratus delapan puluh derajat. akupun kembali memikirkan visi misi hidupku dengan melibatkan dan mempertimbangkan pasangan, dan anak-anakku. sejak dulu aku adalah orang yang memiliki daya juang yang tinggi, aku akan mengejar cita-cita dan tujuan hidupku sekeras mungkin, berusaha lebih baik dari hari ke hari semaksimal mungkin , aku selalu ingin berlari lebih cepat dari orang lain. hal ini tetap kupertahankan meskipun aku telah menjadi ibu. karena itu setelah Allah memilihku menjadi hambaNya yang memiliki tanggung jawab berupa amanah 3 orang anak, akupun memilih untuk fokus membersamai dan menjalankan tanggung jawab utamaku, aku rela meninggalkan tujuan dan profesiku sebelumnya, karena aku yakin tanggungjawab yang diberikan Allah adalah yang utama. aku yakin Allah memercayaiku sehingga aku tak boleh menghianati kepercayaan Allah kepadaku. 

meskipun begitu, banyak kesulitan-kesulitan yang tentunya ku hadapi dalam perjalananku menjadi ibu, namun aku akan terus maju, berusaha, belajar sebaik mungkin dan mencari solusi-solusi dari permasalahanku ke ahlinya, juga aku selalu menyadari, bahwa manusia memiliki banyak kekurangan, ketika aku salah, aku akan memaafkan diriku, dan bangkit kembali untuk belajar lagi sehingga bisa melewati ujian demi ujian di dunia ini. 

ketika aku lelah menghadapi kesibukan rumah tangga, 
aku selalu teringat 2 hadist ini 


Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad, 1: 191; Ibnu Hibban, 9: 471. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih



Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu.” (QS Al-Ahzab: 33).


masyaAllah... apalagi yang aku cari, menjadi ibu dan istri adalah jalan menuju surga. bahkan Allah telah memilihku dengan titipanNya yang masyaAllah. aku harus memperbanyak ikhlas dan syukur. 


Apa yang membuatku unik?

  • saya suangaaaattt mencintai kebersihan, dan kerapihan, saya tidak bisa melihat sesuatu yang tidak pada tempatnya. namun setelah memiliki 3 anak , saya berusaha untuk mengurangi sifat ini. 
  • jika saya berpendapat, apalagi ada dasarnya, saya akan sulit digoyahkan. saya akan selalu speak up hingga keinginan saya terpenuhi, saya pun berusaha mengambil sisi positif dari sifat ini, dan menekan sekuat mungkin sisi negatifnya
  • saya menyukai kesederhanaan, tampil apa adanya dan tidak suka melebih-lebihkan sesuatu
  • perfeksionis, saya menyukai hal-hal sederhana namun harus sempurna, bingung juga ya. intinya meskipun sesuatu itu sederhana, saya nggak suka jika tidak sempurna. makanya pasangan saya selalu mengeluh jika membantu pekerjaan rumah tangga saya, karena saya akan mengulang lagi-mengulangi lagi, karena saya merasa belum sesuai ekspektasi saya. hal ini terus saya kurangin sih :(
  • sensitif, yes saya suangaaaat sensitif, saya akan menangis jika melihat orang lain susah atau melihat kesedihan orang lain, :(. bahkan sensitif saya ini bisa menjadi hal yang buruk jika berkaitan dengan emosi marah , pasangan saya menjadi pelampiasan utama, terkadang hal-hal remeh pun bisa memancing emosi saya. ahh saya mestinya lebih banyak bersabar yah. 
  • mood selalu tidak stabil (berubah-ubah) alias moody, apakah ini termasuk keunikan? semoga saja :D, sampai skrg berusaha untuk mengambil sisi positifnya. 
  • suka hal-hal yang serius, saya sangat tidak menyukai bercanda berlebihan, hehe, tapi sewajarnya saja dan tidak dalam waktu yang lama, bahkan kalau nonton film yang serius saya bisa berjam-jam melek. kalau sejenis romcom, weww saya bisa ketiduran sebelum film selesai. hahahah . 
  • saya ekstrovert jika sudah mengenal orang, tapi suangattt introvert dengan orang baru atau orang yang sekali-sekali ketemu 

Nilai-nilai apa yang aku miliki?

  1. sangat menghargai kejujuran. sejak kecil di keluarga kami ditanamkan kejujuran. sehingga sayapun telah terbiasa untuk selalu menghargai kejujuran, sekecil apapun itu.
  2. kebaikan kepada orang lain, ketika melihat teman dekat atau keluarga atau orang lainpun yang kesusahan, saya berusaha untuk sebisa mungkin membantu. hal ini juga selaras dengan ajaran islam insyaAllah
  3. mindset optimis dan keinginan untuk berkembang, pola pikir optimis dan selalu ingin berkembang dari hari ke hari adalah nilai yang selalu usaha saya ingat setiap hari, yaa meskipun kadang-kadang lupa juga heheh
  4. berusaha selalu memaafkan, meskipun terkadang sulit. saya akan terus berusaha untuk selalu memaafkan. karena saya yakin pikiran saya sehat jika saya terus memaafkan. 
  5. saya suka berbagi, apapun yang saya miliki, baik pengalaman, ilmu ataupun harta saya senang jika bermanfaat bagi orang lain. di dalam islam, adalah sedekah.
  6. saya sangat yakin dengan takdir Allah, apapun yang telah Allah gariskan, saya berusaha untuk selalu menerimanya dengan lapang dada. jadi sejauh apapun saya berlari ketika saya gagal saya tidak semata langsung down, karena saya tau ini telah takdir Allah, namun saya pantang menyerah.

Apa yang aku perjuangkan?
  1. menuntut ilmu syar'i sekuat mungkin, agar bisa mengenalkan Allah kepada anak-anak dan membantu mereka hingga mampu memenuhi tujuan hidup manusia yaitu semata-mata beribadah kepada Allah
  2. kebahagiaan dan kemampuan keluarga untuk menikmati indahnya islam sehingga bahagia dalam menjalani hidup
  3. keselamatan di dunia namun yang paling utama adalah keselamatan di akhirat
  4. mengenalkan tauhid sedini mungkin, berharap anak-anak dan pasangan menjaga tauhidnya di sepanjang hidupnya insyaAllah
  5. menjadi ibu yang bermanfaat untuk anak-anak, menjadi istri yang baik untuk suami, dan hebat mengelola keluarga. aamiin
  6. menjadi orang yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Apa kesamaanku dengan institut ibu profesional?

Core Value IIP

  1. Belajar
  2. Berkembang
  3. Berkarya
  4. Berbagi
  5. Berdampak

Karakter moral IIP
  1.  never stopped running, the mission alive
  2. dont teach me, i love to learn
  3. i know, i can be better
  4. always on time
  5. sharing is caring

karakter moral dan core value institut ibu profesional sangat sesuai dengan diri saya meskipun saya belum terlalu konsisten menjalankannya, namun dengan belajar di institut ibu profesional saya berharap lebih optimis, dan konsisten lagi insyaAllah









depok, 17/6/2020
pukul 16:24
menulis bersama keriuhan 3 krucil, nyambi membersamai mereka masyaAllah :D


















Friday, June 12, 2020

I Know I Can Be Better (Misi 6 Kelas Matrikulasi)

Gambar mungkin berisi: teks yang menyatakan '#navigasidanberaksi Matrikulasi Institutlbu Profesional Aku punya tantangan selama berproses dan menjalani peran kehidupan yaitu: Tapi ternyata, dalam diriku ada karakter moral ibu profesional yang menjadi kekuatanku. Ini kisah dan caraku untuk mengatasi tantangan tersebut:'


bismillah...
Aku punya tantangan selama berproses dan menjalani peran kehidupan yaitu: mengatasi inner child akibat luka pengasuhan.
Tapi ternyata, dalam diriku ada karakter moral ibu profesional yang menjadi kekuatanku yaitu i know i can be better. Ini kisah dan caraku untuk mengatasi tantangan tersebut.

aku menikah diumur 21 tahun saat aku masih sementara menyelesaikan kuliah profesiku, bukanlah karena keinginanku, tetapi keinginan orangtuaku. sampai saat inipun aku belum diberitahu alasan orangtuaku ingin menikahkan aku lebih cepat dibanding teman-teman sebayaku. aku pikir yah mungin orangtuaku terus khawatir karena anak gadisnya sekolah dan kuliah di perantauan jauh dari pengawasannya... awalnya aku menolak, aku ingin berkarir, aku ingin melanjutakan kuliahku ke jenjang yang lebih tinggi. namun keinginan orangtuaku tak dapat kubendung karena ada beberapa laki-laki yang ingin meminangku. hingga akupun menikah, dan alhamdulillah di karuniai 3 anak dengan jarak yang berdekatan.

ketika anak pertama hadir di tengah-tengah kami, akupun mulai berpikir aku harus menjadi ibu yang baik bagi anak-anakku. akupun belajar sana sini parenting dan ilmu2 lainnya... alhamdulillah Allah mengaruniakan  perasaan yang pasti semua ibu pun merasakannya saat memiliki buah hati. aku tak tega meninggalkan anakku sedikitpun. pupus sudah harapanku untuk melanjutkan karir. aku ikhlas karena aku yakin Allah menakdirkan seperti inilah jalanku, dan aku harus bisa bertanggungjawab.

suami terkadang menanyakan, apa aku benar-benar yakin ingin berkarir sebagai ibu rumah tangga? karena beliau sangat mengenal diriku, aku aktivis di kampus, aku benar-benar kuliah dengan target IPK yang tinggi (IPK lulus ku 3,8) aku pun mendapat banyak beasiswa saat kuliah.

namun aku tetap kekeuh aku tak tega jika akan menitipkan anakku ke orang lain, bahkan ke orangtua sekalipun. aku ingin mendidik mereka dan ingin melihat pertumbuhan dan perkembangan sedetail mungkin.

tak kusangka selama berproses menjadi ibu rumah tangga yang baik, aku ternyata menyimpan luka pengasuhan, aku memperoleh pengetahuan ini. karena setelah aku memiliki anak 3 dengan jarak berdekatan , aku lebih mudah emosian, mungkin karena kesibukan yang tak pernah selesai. namun Alhamdulillahnya karena aku mengetahui ilmu parenting mengenai cara kita bersikap ke anak, seperti tidak boleh marah2, tidak boleh memukul sekesal apapun, harus mengkomunikasikan apapun dengan baik ke anak2. aku bisa menahan semuanya, namun itu ternyata bukanlah akhir, aku ternyata tak bisa mengelola emosiku dalam menghadapi pasanganku, kesalahan kecil pun yang dilakukan pasanganku aku bisa marah besar, yah meskipun sejauh ini jika ada anak-anak aku tetap menahannya hingga anak-anak tertidur lelap. aku bisa marah-berantem- hingga subuh :(
sesungguhnya bukan berantem, aku yang ngomel sendirian. aku juga tak mengerti mengapa aku bisa seperti ini, di depan anak-anak aku bisa menahan em  osi sebaik mungkin, namun terhadap pasangan aku berantakan. aku tak bisa menahan emosiku. lantas aku mencari tau, aku kok bisa seperti ini.

akupun mencari-cari tau. hingga aku dipertemukan buku ini...


yes, aku akhirnya sadar, kesulitanku mengolah emosi akibat dari luka pengasuhan saat aku kecil. aku dibesarkan oleh ibu yang mudah sekali emosi, sering dipukul dan dicubit. namun lebih banyak lagi kok kebaikan ibuku yang lain, aku pun mulai belajar memaafkan kejadian-kejadian yang telah berlalu dan belajar mengendalikan emosiku juga bersyukur Allah berikan pasangan yang mau memahami keadaanku.

dan inilah saya yang masih terus berproses menjadi lebih baik cause i know i can be better dan alhamdulillah saat ini kemampuanku mengolah emosi telah melesat jauh, semoga aku tetap istiqomah. mohon doanya yah kawan-kawan semuanya. 



depok, 12 Juni 2020
pukul 15.22


-di tengah keriuhan 3 krucil-